Rabu, 29 Februari 2012

Berubah Dan Berbuah

Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah ini, ternyata hanya terdapat pada injil Lukas. Mungkin inilah kisah pengganti dari cerita yang aneh tentang Yesus mengutuk pohon ara, seperti tercatat dalam Markus 11:12-14 atau Matius 21:18-22.

Pohon ara yang diceritakan dalam perumpamaan ini agak istimewa karena ditanam ditanah yang baik, yaitu dalam sebuah kebun anggur. Setelah 3(tiga) tahun pada umumnya, pohon-pohon ara sudah berbuah dan buahnya cukup banyak. Tetapi pohon ara ini ternyata belum berbuah juga. Jika pohon ara ini tidak berbuah lagi tahun depan, mungkin lebih baik ditebang saja. Setiap orang yang memelihara tanaman, tentu mengharapkan hasil dari tanaman yang ditanamnya. Misalnya :
  • bunganya (anggrek, mawar, melati untuk hiasan atau bahan campuran untuk membuat minyak wangi, bunga pepaya untuk dimasak jadi lauk pauk yang lezat dan lain sebagainya),
  • daunnya (daun pepaya, daun melinjo untuk membuat makanan/lauk pauk, daun jeruk, daun salam untuk bumbu penyedap masakan, daun kemangi untuk pelengkap lalapan atau sambal, daun kelapa untuk membuat sapu lidi, dan seterusnya,
  • buahnya (jeruk, pisang, pepaya, salak, alpukat, tomat, dan lain sebagainya,
atau apa pun yang dihasilkan dan dapat diambil dari pohon tersebut. Hasil pohon yang ditanam itu tentunya akan membahagiakan dan membuat si pemilik bangga.

Jadi ternyata, si pemilik kebun anggur ini sangat sabar, walaupun pohon ara yang ditanamnya sudah hidup 4-5 (empat sampai lima) tahun namun belum berbuah, ia masih memberi waktu setahun lagi, dan ketika untuk tahun kedua buahnya belum muncul juga, ia masih membiarkan pohon itu hidup. Akhirnya, sesudah melewati tahun ketiga dengan sia-sia, ia memutuskan untuk menebang pohon itu. Tetapi tiba-tiba berpalinglah "pengurus kebun anggur" itu kepada majikannya dan berkata: "Biarlah kita coba satu tahun lagi [walaupun sebenarnya pohon ara hanya memerlukan sedikit pemeliharaan dan pohon ini sebetulnya berada di tanah yang baik] maka aku akan memeliharanya sekali lagi. Seperti biasanya, aku akan menggemburkan tanah di sekitarnya, menyiangi rerumputan dan memupuknya, baiklah kita beri kesempatan satu tahun lagi".

Melalui perumpamaan ini, Yesus mau mengajak para pendengarnya ikut menghayati bahwa bagi mereka saat itu telah tiba pada keadaan-keadaan genting (artinya setiap orang harus segera mengambil keputusan, menerima Yesus dan percaya kepada-Nya atau menolak-Nya).

Perumpamaan tersebut mengisahkan hubungan antara Tuhan Allah dengan bangsa Yahudi (dan sekaligus peringatan kepada Israel dan untuk kita juga), sedangkan Yesus sendiri boleh dianggap sebagai perantara antara keduanya. Setelah kesabaran si pemilik kebun anggur diperpanjang lagi, pohon ara itu masing dibiarkan tumbuh satu tahun lagi.

Dengan perkataan lain: dalam perkataaan-perkataan Yesus seperti yang dikumpulkan oleh Lukas mulai dari Lukas 12:1 sampai dengan Lukas 13:9, kita diperingatkan terus kepada kematian dan hukuman, tetapi, ... kata terakhir dari bagian itu ialah Tuhan Allah menunjukkan kasih karunia dan belas kasihan-Nya dan selalu mau memberikan kesempatan baik kepada Israel maupun kepada kita untuk "berubah" dan "berbuah" didalam kehidupan kita. Di pihak lain, ... baiklah kita jangan silap. Sungguh, akan datang suatu hari dimana kesempatan untuk "berubah" dan "berbuah" itu tidak ada lagi!. Maka dari itu .. begitulah perumpamaan ini dapat diringkaskan .. hari ini masih ada waktu karunia!. Jadi, hari ini, jika kamu mendengar suara Tuhan, janganlah kamu mengeraskan hatimu!.

Di minggu praPaskah yang kelima ini, marilah kita membuka hati dan hidup kita untuk dituntun, dibimbing selalu oleh kuasa Roh Kudus agar kita memiliki iman yan teguh didalam Yesus Kristus. Dengan iman yang teguh didalam Yesus Kristus, kita siap untuk "berubah" dan "berbuah" sehingga hidup kita tidak menjadi sia-sia dan keselamatan yang Allah berikan kepada kita melalui Yesus Kristus itu, boleh menjadi buah-buah yang manis dan menyenangkan orang disekitar kehidupan kita.

Kita tentu menyadari bahwa kita semua ibarat ranting-ranting dari pokok Anggur yaitu Yesus Kristus. Tanpa melekat kuat kepada Yesus, kita tentu tidak akan "berubah" dan "berbuah". Jika kita jauh dari Allah dan hidup semaunya sendiri, maka hidup kita tidak akan "berubah" dan "berbuah" sehingga bila waktunya tiba, kita akan ditebang dan dibuang kedalam api, seperti tertulis pada Matius 3:10.

Sabda Guna Dharma-Krida untuk Hari Minggu, 04 Maret 2012

Bacaan Alkitab Utama:

Lukas 13:6-9
  1. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
  2. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
  3. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
  4. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Bacaan Alkitab Lainnya:

Matius 21:18-22
  1. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
  2. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
  3. Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?"
  4. Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
  5. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Markus 11:12-14
  1. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
  2. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
  3. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Matius 3:10
Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 

Bacaan Alkitab Pararel:

Post: 29 Feb 2012 21:30

0 komentar:

Posting Komentar