Jumat, 10 Februari 2012

Rahasia Mengalahkan Pembenci

Umat Tuhan yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, pernahkah saudara dibenci?. Tentu saudara mengalami situasi yang tidak mengenakkan. Kadang kita sendiri tidak mengetahui dengan pasti apa sebabnya kita dibenci. Bisa saja disebabkan oleh tutur kata kita. Mungkin kita kurang dapat membawa diri dalam pergaulan sehingga dinilai sombong. Terkadang kata-kata canda kita tanpa disadari membuat seseorang tersinggung. Kita juga bisa dibenci karena keputusan yang kita ambil. Jadi, faktor penyebabnya sangat beragam.

Umat Israel (Yahudi) yang berada di daerah kekuasaan raja Ahasyweros dibenci oleh Haman, salah seorang pembesar negeri itu. Masalahnya sangat pribadi sebenarnya. Ada seorang Yahudi bernama Mordekhai yang tidak mau berlutut dan sujud kepada Haman (Ester 3:2). Memang ada perintah raja yang mengharuskan rakyat di kerajaannya untuk berlutut dan sujud apabila Haman lewat didepan mereka. Ketika diketahui oleh Haman bahwa Mordekhai tidak mau sujud kepadanya, hatinya sangat panas dan murkanya menyala-nyala. Ketika ia mengetahui bahwa Mordekhai adalah seorang Yahudi, kebenciannya meluas kepada semua orang Yahudi. Haman mempengaruhi raja Ahasyweros untuk mengeluarkan perintah agar semua orang Yahudi dibunuh (Ester 3:13).

Mordekhai amat bersedih dan meminta kepada ratu Ester untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara sebangsanya. Semula Ester ragu. Namun Ester berpuasa tiga hari tiga malam dan meminta Mordekhai dan semua orang Yahudi melakukan hal yang sama. Ester pun memberanikan diri untuk menghadap raja dan menyampaikan permohonan agar diadakan perjamuan bagi Haman. Pada hari kedua perjamuan itu, raja Ahasyweros bertanya kepada Ester apa yang dikehendakinya. Ester pun menyampaikan pergumulan bangsanya yang akan dihabisi atas perintah Haman. Raja pun memerintahkan untuk menghukum Haman denga disulakan pada sebuah tiang yang sebelumnya disediakan Haman untuk Mordekhai. Situasipun berbalik, Mordekhai diangkat menjadi pembesar kerajaan menggantikan Haman. Orang Yahudi pun terbebas dari kebinasaan bahkan mereka balik mengalahkan orang-orang yang membenci mereka (Ester 9:1).

Dengan mudah kita dapat mengatakan bahwa semua ini terjadi karena keberanian Ester. Atau kita dapat juga berkata bahwa ini terjadi karena kehebatan Mordekhai dalam mengatur strategi. Dibalik semua itu, terbebasnya orang Yahudi dari kebinasaan adalah karena Tuhan campur tangan didalamnya. Ketika Ester, Mordekhai dan semua orang Yahudi merendahkan diri dihadapan Tuhan (dengan berpuasa), maka Tuhan membuka segala kemungkinan agar tindakan penyelamatan-Nya terjadi. Ia membuat rencana Mordekhai dapat berjalan dengan mulus. Ia membuat Ester memiliki keberanian untuk menghadap raja. Ia membuat raja Ahasyweros mengerti duduk persoalan yang sebenarnya. Akhirnya tindakan penyelamatan Allah menjadi kenyataan. Melalui Mordekhai, Ester dan juga Ahasyweros, Tuhan menyelamatkan orang-orang Yahudi yang ada di 127 (seratus dua puluh tujuh) daerah kerajaan Ahasyweros yang membentang luas dari India sampai Etiopia (Ester 8:9).

Dalam perjalanan hidup tidak jarang kita mengalami hambatan, rintangan dan tekanan. Ada saja orang-orang yang membenci kita. Kalau hal itu disebabkan ulah kita sendiri tentu kita harus memperbaikinya. Tetapi kalau kita dibenci tanpa alasan yang jelas atau karena hal-hal yang sangat asasi (karena latar belakang suku atau agama), maka apa yang dilakukan oleh Ester harus menjadi pedoman bagi kita yaitu hal MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHAN.

Pertama: Dengan berpuasa Ester membawa semua rencananya kehadapan Tuhan. Kita pun harus membawa semua rencana kita kehadapan Tuhan. Sekiranya rencana itu berkenan kepada Tuhan, biarlah Tuhan memberkatinya dan terlaksana sesuai kehendak-Nya. Apabila Tuhan tidak berkenan atas rencana itu, biarlah hikmat Tuhan menuntun agar kita dimampukan membuat rencana lain yang sesuai kehendak-Nya. Rencana apapun yang kita buat haruslah sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua: Merendahkan diri dihadapan Tuhan merupakan sikap yang penting sebagai ungkapan iman untuk memohon keterlibatan Tuhan dalam masalah yang sedang dihadapi. Mengundang keterlibatan Tuhan berarti Tuhanlah yang bertindak. Kalaupun ada yang harus kita lakukan, itu dilakukan dalam kendali dan pertolongan Tuhan. Saat segalanya telah berhasil diatasi, kita menyadari bahwa semua itu terjadi karena kuasa dan kasih-Nya, sehingga untuk semua itu hanya nama Tuhan saja yang dimuliakan. Libatkanlah Tuhan dalam setiap persoalan yang kita hadapi. Tidak ada pergumulan yang tidak dapat diatasi-Nya. Tuhan kita lebih besar dari pergumulan yang kita hadapi. Firman-Nya dalam Roma 8:28 menguatkan kita, bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu. Dengan merendahkan diri dihadapan-Nya, Ia akan turut bekerja didalam segala upaya kita untuk mengatasi segala pergumulan kita.

Ketiga: Kita perlu mengingat Firman Tuhan dalam Yakobus 4:10 yang menyatakan: "Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu". Itulah yang dialami oleh Ester, Mordekhai dan semua orang Yahudi. Kesediaan mereka merendahkan diri dihadapan Tuhan membuat mereka ditinggikan Tuhan pada waktunya. Ester menjadi ratu yang semakin dikasihi oleh raja Ahasyweros. Mordekhai yang semula hanya sebagai rakyat biasa diangkat menjadi pembesar di kerajaan Ahasyweros. Orang-orang Yahudi yang semula teraniaya dan akan dibinasakan oleh para pembenci, menjadi bangsa yang ditakuti (Ester 9:2).

Merancangkan segala sesuatu untuk meraih keberhasilan memang diperlukan. Tetapi sikap iman yang mengawalinya lebih penting. Yaitu kesediaan untuk MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHAN. Dengan itu, Tuhan akan membuat kita mampu mengatasi orang-orang yang membenci kita. Tuhan pun akan membuat kita sanggup mengatasi semua pergumulan hidup yang kita alami. Tuhan Yesus telah datang kedalam dunia untuk menjumpai kita. Ia mau agar kita hidup didalam-Nya dan senantiasa mengandalkan kuasa-Nya.

Terpujilah Kristus, sekarang dan selamanya. Amin

Sabda Guna Dharma-Krida untuk Hari Minggu, 12 Februari 2012

Bacaan Alkitab Utama:

Ester 9:1-4
1. Dalam bulan yang kedua belas--yakni bulan Adar--,pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka.
2. Maka berkumpullah orang Yahudi di dalam kota-kotanya di seluruh daerah raja Ahasyweros, untuk membunuh orang-orang yang berikhtiar mencelakakan mereka, dan tiada seorangpun tahan menghadapi mereka, karena ketakutan kepada orang Yahudi telah menimpa segala bangsa itu.
3. Dan semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka.
4. Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya.

Bacaan Alkitab Lainnya:

Ester 3:2
Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

Ester 3:13
Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas yakni bulan Adar, dan supaya dirampas harta milik mereka.

Ester 8:9
Pada waktu itu juga dipanggillah para panitera raja, dalam bulan yang ketiga yakni bulan Siwan pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai ditulislah surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah, dari India sampai ke Etiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya.

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yakobus 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Bacaan Alkitab Pararel:

Catatan:

Disulakan = ditusukan dari pantat sampai ke perut pada sebuah tiang yang ujungnya runcing
Post: 10 Feb 2012 11:05.

0 komentar:

Posting Komentar