Senin, 16 Januari 2012

Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan

Pengantar 

Ada ungkapan, "tertawalah selama masih bisa tertawa". Sebab untuk tertawa tidak dipungut bayaran. Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa orang yang sering dan suka tertawa lebih panjang umurnya dibanding orang yang jarang tertawa, apalagi orang yang tidak pernah tertawa, alias orang yang selalu murung dan sedih.

Umumnya, kita tertawa karena merasa sukacita dan bahagia atas berbagai anugerah dan berkat yang Tuhan limpahkan dalam hidup. Artinya, tertawa adalah tanda sukacita di hati. Tidak hanya itu, kita juga sering tertawa karena mendengar suatu cerita atau berita yang lucu atau menonton film komedi yang lucu. Sebagian besar orang zaman ini tertawa karena mendengar cerita atau menonton film komedi yang lucu. Tidak mengherankan jika banyak tontonan di televisi belakangan ini adalah bertujuan membuat orang tertawa.

Telaah Perikop

Ayat 11-12, memberikan informasi tentang keadaan Abraham dan Sara yang sudah tua dan lanjut umur. Sehingga, secara biologis mereka tidak bisa lagi mempunyai anak. Karena itu, ketika mendengar pemberitahuan yang disampaikan kepada Abraham oleh tamu yang mampir di kemahnya bahwa tahun depan ia akan memiliki seorang anak laki-laki. Sara tertawa di dalam hati sebab sebagai isteri, ia sudah layu dan mati haid(menopause) sehingga tidak bisa lagi berahi terhadap suaminya. Sebelumnya juga dikatakan bahwa Abraham tertawa ketika mendengar firman Tuhan bahwa ia akan memiliki seorang anak laki-laki (Kejadian 17:17). Jelas bahwa Abraham dan Sara tertawa bukan karena merasa sukacita dan bahagia bahwa mereka mempunyai seorang anak laki-laki di masa tua mereka, tetapi karena merasa lucu bahwa di usia tua mereka akan mempunyai anak. Dengan kalimat lain, Abraham dan Sara memahami, seperti semua orang lainnya, bahwa anak adalah hasil dari hubungan suami-istri.

Ayat 13-15, utusan Tuhan mengetahui bahwa Sara tertawa karena ragu dan tidak percaya terhadap apa yang dikatakan oleh utusan Tuhan. Tentu, di dalam hatinya pun, Abraham pasti ragu, sehingga para utusan berkata: "Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan ...?" (Ayat 14a). Tidak ada sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan. Artinya, Tuhan sanggup memberikan seorang anak laki-laki kepada Abraham dan Sara di usia tua, meskipun bagi mereka, hal itu adalah mustahil. Maka untuk meyakinkan Abraham dan Sara, para utusan Tuhan menentukan waktu bahwa di tahun depan, mereka akan kembali datang kepada Abraham, dan pada saat itu Sara mempunyai seorang anak laki-laki.

Refleksi

Terkadang kita juga tertawa ketika mendengar firman Tuhan, baik melalui khotbah, maupun melalu bacaan Alkitab dan renungan dari buku Sabda Bina Umat. Kita merasa lucu dan berkata: "Ah ... ini kan cerita kuno. Tidak mungkin terjadi sekarang ini.". Kita ragu bahwa apa yang Tuhan firmankan kepada kita akan sungguh-sungguh terjadi. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan akan memberikan seorang anak bagi suami-isteri yang belum mempunyai anak. Ia juga akan memberikan pendamping hidup bagi laki-laki atau perempuan yang mengharapkannya. Bahkan semua hal yang kita perlukan dalam hidup ini. Tuhan akan memberikannya asalkan kita sungguh-sungguh percaya pada firman-Nya.

Pertanyaan Penuntun Diskusi

1. Apa yang mesti kita lakukan sebagai suami-isteri, jika sudah lama menikah, namun belum mempunyai seorang anak?.

2. Mengapa kita harus sungguh-sungguh percaya pada firman Tuhan?.

3. Bagaimana kita bersikap dab bertindak jika Tuhan menjanjikan untuk memberikan sesuatu yang sangat mustahil dalam hidup atau pekerjaan kita?.

Sabda Guna Dharma-Krida untuk Hari Rabu, 18 Januari 2012

Bacaan Alkitab Utama:

Kejadian 18:11-15
11. Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
13. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
14. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."
15. Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"

Bacaan Alkitab Lainnya:

Kejadian 17:17
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

Bacaan Alkitab Pararel:

0 komentar:

Posting Komentar