Senin, 23 Januari 2012

Tak Tergoyah Rancangan Tuhan

Catatan Pendahuluan

Salah seorang nabi yang paling bergumul dengan panggilannya adalah nabi Yeremia. Pergumulan ini timbul terutama karena ia harus menyampaikan firman Tuhan dengan konsekwen dan bertanggung-jawab. Pemberitaannya bukan saja tidak sejalan dengan teman-teman pada zamannya (Yeremia 11:21), tetapi juga mengalami hasutan dan ancaman maut (Yeremia 26:8). Yeremia lahir dari keluarga imam, keturunan Abyatar (1 Raja-raja 2:26) dan tinggal di Anatot (Yeremia 32:8). Ia memulai pelayanannya pada tahun 627 SM (Sebelum Masehi) pada tahun ke 13 (tiga belas) pemerintahan Yosia dan berlanjut sampai masa kejatuhan kota Yerusalem dan pengrusakan Bait Allah oleh kerajaan Babel dibawah pemerintahan raja Nebukadnezar pada tahun 586 SM (Sebelum Masehi). Sekalipun nabi Yeremia mengalami penderitaan fisik karena memberitakan kebenaran firman Tuhan yang mengutusnya, terutama ketika  Yehuda berada di bawah pimpinan pemerintahan Yoyakim dan Zedekia, namun ia selalu selamat. Setelah kejatuhan Yerusalem, nabi Yeremia diizinkan tinggal di Yerusalem (Yeremia 39:14) baru kemudian bersama dengan umat Israel lainnya diangkut ke Mesir (Yeremia 43:4-7).

Pemahaman Umun dan Perikop

Ketika kota Yerusalem dikalahkan oleh Babel dengan rajanya Nebukadnezar, terjadilah goncangan kepercayaan umat Tuhan. Pertama dari segi politis, bangsa Israel berada di bawah kuasa bangsa Babel. Kedua, dari sudut pandang kepercayaan, jatuhnya kota Yerusalem, pengrusakan Bait Allah dan pemindahan perkakas-perkakas Bait Allah dari Yerusalem ke istana Babel, berarti kekalahan dan perendahan Allahnya Israel di bawah kuasa dewa-dewa kerajaan Babel. Karena itu perjuangan untuk merebut kembali kedaulatan kerajaan Israel dengan kekuatan sendiri maupun secara berkomplotan dengan kerajaan lain, tidak saja mengembalikan harga diri Israel sebagai bangsa yang berdaulat, tetapi juga menunjukan kuasa Tuhannya Israel tidak kalah dengan kuasa dewa-dewa Babel.

Tentu saja apabila ada nabi (yang tidak diutus Allah) yang bernubuat dusta (Yeremia 27:9) tentang pemulihan bangsa Israel ini, maka nabi dan nubuatnya ini akan disambut dengan sukacita. Sebaliknya jika ada nubuat nabi (seperti Yeremia) yang menegaskan penaklukan Israel oleh Babel itu berjalan terus, akan ditolak dan dianggap sebagai penghianat. Kebenaran Firman yang dinubuatkan nabi Yeremia menolak dengan tegas kesaksian bernuansa dusta yang terkandung dalam nubuat para nabi palsu.  Nabi Yeremia menyanggah kebohongan nabi palsu yang memberitakan bahwa dalam 2 (dua) tahun lagi semua perkakas dari Bait Allah dan istana Yehuda serta Yerusalem akan diangkut ke istana Babel dan akan tinggal disana sampai Tuhan mengindahkannya lagi, lalu mengangkatnya dan mengembalikannya ke tempat ini (Yeremia 27:21-22).
Ayat 16: "perkakas-perkakas" yaitu perabot-perabot Bait Suci yang dapat dipindah-pindahkan
Ayat 19: "tiang-tiang" dibuat dari tembaga, didirikan di depan Bait Suci di Yerusalem. "bejana laut" yakni suatu mangkok besar yang dibuat dari tembaga dan diletakkan di pelataran Bait Suci (bandingkan 1 Raja-Raja 7:23-26). "galang" adalah kereta dengan roda-roda yang digambarkan di dalam 1 Raja-Raja 7:27-37. Kata yang sama diterjemahkan dengan "kereta penopang" dalam kitab Yeremia 52:17.

Problematik

1. Umat Tuhan bebas memilih berbuat salah atau berdisiplin dan bertanggung-jawab. Seringkali nampak umat beribadah dengan khusuk namun tidak nampak dalam perilaku sehari-hari. Hal ini yang disebutkan sebagai formalitas beragama.

2. Tuhan menghendaki pertobatan dan pembaharuan perilaku. Ia mengutus nabi-Nya seperti nabi Yeremia, untuk menyampaikan maksud-Nya ini. Pada pihak lain muncul nabi yang tidak diutus Tuhan namun mencari popularitas diri sendiri.

3. Sulit menilai mana nabi dan pemberitaan yang benar dan mana pula yang palsu. Kebenarannya hanya dapat diketahui setelah terpenuhi atau tidaknya nubuat itu (Yeremia 28:9). Namun tanda-tanda dari kebenaran nubuat itu sudah bisa dideteksi oleh umat melalui suara hati nurani yang tulus dan jujur.

4. Kita perlu memahami nas perikop ini dan mengisinya dengan makna yang benar dalam konteks kehadiran gereja dewasa ini sebagai pembelajaran bagi para pemimpin dan umat Tuhan. Dengan demikian para pelayan Firman tidak menyalah-gunakan pemberitaan hanya demi popularitas yang sia-sia dan umat tegar.

Pertanyaan Untuk Diskusi

1. Apakah yang dapat anda pelajari dari pengungkapan di atas bagi pertumbuhan secara wajar dari jemaat Tuhan dimana anda berada di dalamnya?.

2. Buatlah 2 (dua) atau 3 (tiga) butir piagam pernyataan dari hasil diskusi anda, sebagai anjuran ataupun tegoran dan komunikasi-kan melalui media jemaat sebagai proses pembelajaran bagi semua perangkat jemaat.

Sabda Guna Dharma-Krida untuk Hari Rabu, 25 Januari 2012

Bacaan Alkitab Utama:

Yeremia 27:16-22
16. Juga kepada imam-imam dan kepada seluruh rakyat itu aku berbicara, kataku: "Beginilah firman TUHAN: Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabimu yang bernubuat kepadamu: Sesungguhnya, perkakas-perkakas rumah TUHAN tidak berapa lama lagi akan dibawa kembali dari Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu.
17. Janganlah kamu mendengarkan mereka, takluklah kepada raja Babel, maka kamu akan hidup. Mengapa kota ini harus menjadi reruntuhan?
18. Jika memang mereka itu nabi dan jika ada firman TUHAN pada mereka, baiklah mereka mendesak kepada TUHAN semesta alam, supaya perkakas-perkakas yang masih tinggal dalam rumah TUHAN dan dalam istana raja Yehuda dan di Yerusalem itu jangan diangkut ke Babel.
19. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam tentang tiang-tiang, bejana 'laut' dan galang, tentang sisa perkakas-perkakas yang masih tinggal di kota ini,
20. yang tidak diambil oleh Nebukadnezar, raja Babel, ketika ia mengangkut Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, ke dalam pembuangan beserta segala pemuka Yehuda dan Yerusalem, dari Yerusalem ke Babel,
21. sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang perkakas-perkakas yang masih tinggal itu di rumah TUHAN dan di istana raja Yehuda dan di Yerusalem:
22. Semuanya akan diangkut ke Babel dan akan tinggal di sana sampai kepada hari Aku memperhatikannya lagi, demikianlah firman TUHAN, lalu membawanya kembali ke tempat ini."

Bacaan Alkitab Lainnya:

Yeremia 11:21
Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang orang-orang Anatot yang ingin mencabut nyawaku dengan mengatakan: "Janganlah bernubuat demi nama TUHAN, supaya jangan engkau mati oleh tangan kami!"

Yeremia 26:8
Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati!

Yeremia 27:9
Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel!

Yeremia 28:9
Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.

Yeremia 32:8
Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu! Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN.

Yeremia 39:14
mereka menyuruh mengambil Yeremia dari pelataran penjagaan, lalu menyerahkannya kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan untuk membebaskannya, supaya pulang ke rumah. Demikianlah Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat.

Yeremia 43:4-7
4. Demikianlah Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara serta seluruh rakyat tidak mau mendengarkan suara TUHAN untuk tinggal di tanah Yehuda.
5. Lalu Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara itu mengumpulkan seluruh sisa Yehuda, yakni semua orang yang telah kembali dari antara segala bangsa, ke mana mereka telah berserak-serak, untuk menetap di tanah Yehuda,
6. laki-laki, perempuan, anak-anak, puteri-puteri raja dan setiap orang yang telah dibiarkan Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pada Gedalya bin Ahikam bin Safan; juga nabi Yeremia dan Barukh bin Neria.
7. Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN. Maka sampailah mereka di Tahpanhes.

Yeremia 52:17
Juga tiang-tiang tembaga yang ada di rumah TUHAN dan kereta penopang dan laut tembaga yang ada di rumah TUHAN dipecahkan oleh orang Kasdim dan seluruh tembaganya diangkut mereka ke Babel.

1Raja-raja 2:26
Dan kepada imam Abyatar raja berkata: "Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan ALLAH di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku."

1Raja-Raja 7:23-37
23. Kemudian dibuatnyalah "laut" tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.
24. Dan di bawah tepinya ada gambar buah labu yang mengelilinginya sama sekali, sepuluh dalam sehasta, merangkum "laut" itu berkeliling; labu itu dua jajar, dituang setuangan dengan bejana itu.
25. "Laut" itu menumpang di atas dua belas lembu, tiga menghadap ke utara dan tiga menghadap ke barat, tiga menghadap ke selatan dan tiga menghadap ke timur; "laut" itu menumpang di atasnya, sedang segala buntut lembu itu menuju ke dalam.
26. Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat dua ribu bat air.
27. Selanjutnya dibuatnya sepuluh kereta penopang dari tembaga, satu kereta empat hasta panjangnya, empat hasta lebarnya dan tiga hasta tingginya.
28. Beginilah bentuk kereta penopang itu: ada papan penutupnya dan papan itu diapit oleh bingkai.
29. Dan pada papan penutup yang diapit oleh bingkai itu ada singa, lembu dan kerub, dan demikian juga pada bingkai itu; di sebelah atas dan di sebelah bawah singa dan lembu itu ada karangan-karangan bunga yang tergantung.
30. Pada satu kereta penopang ada empat roda tembaga dengan poros tembaga; dan pada keempat penjurunya ada sangga untuk menyangga bejana pembasuhan; sangga-sangga itu dituang dan di sebelah luar setiap sangga ada karangan bunga.
31. Dan mulut kereta penopang itu ada di sebelah dalam sangga-sangga itu, menonjol ke atas satu hasta; mulutnya itu bundar, buatannya sebagai tumpuan, dan dalamnya satu setengah hasta; juga pada mulutnya itu ada ukiran, tetapi papan-papan penutupnya empat persegi, jadi tidak bundar.
32. Keempat roda itu ada di bawah papan penutup, dan tangan-tangan roda itu ada pada kereta penopang itu; dan tinggi satu roda ialah satu setengah hasta.
33. Dan buatan roda itu seperti buatan roda kereta; tetapi tangan-tangannya, lingkarnya, jari-jarinya dan napnya, semuanya tuangan.
34. Keempat sangga pada keempat sudut setiap kereta penopang adalah seiras dengan kereta itu.
35. Dan di sebelah atas kereta penopang itu ada leher bundar berkeliling, setengah hasta tingginya; di sebelah atas kereta itu ada pula topang-topang dan papan penutup yang seiras dengan dia.
36. Maka pada muka topang-topangnya itu dan pada papan-papan penutupnya diukirkannyalah kerub, singa dan pohon korma, masing-masing menurut tempat yang ada, dan karangan bunga sekeliling.
37. Demikianlah dikerjakannya kesepuluh kereta penopang itu; tuangannya sama, ukurannya sama dan potongannya sama semuanya.

Bacaan Alkitab Pararel:

0 komentar:

Posting Komentar